Ilustrasi peran ayah untuk artikel Mendukbangga Tekankan Peran Ayah di Harganas 2026
Kesehatan - Kesehatan Mental

Mendukbangga Tekankan Peran Ayah di Harganas 2026

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji kembali menekankan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak saat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Jakarta. Ia menyoroti fenomena “fatherless” atau minimnya keterlibatan ayah yang belakangan menjadi perhatian publik.

Ilustrasi peran ayah untuk artikel Mendukbangga Tekankan Peran Ayah di Harganas 2026

Pernyataan Wihaji membuka kembali diskusi mengenai peran keluarga dalam membentuk kualitas kehidupan anak dan bagaimana keterlibatan orang tua, khususnya ayah, menjadi bagian dari pembicaraan di momen peringatan keluarga nasional tersebut.

Sorotan pada fenomena “fatherless”

Wihaji mengangkat istilah “fatherless” untuk menggambarkan kondisi ketika peran ayah dalam pengasuhan anak tereduksi atau tidak optimal. Penggunaan istilah itu menjadi titik fokus peringatan Harganas ke-33, yang menempatkan perhatian pada dinamika peran orang tua di rumah tangga.

Pemilihan isu ini pada peringatan nasional menandakan adanya keprihatinan terhadap bagaimana peran ayah dipahami dan dijalankan dalam keluarga masa kini. Meski pernyataan tersebut tidak memuat rincian kebijakan, pesan yang disampaikan mempertegas pentingnya perhatian terhadap keterlibatan ayah dalam kehidupan anak.

Menguatkan peran ayah dalam pengasuhan

Dalam sambutannya, Wihaji menekankan pentingnya peran ayah sebagai bagian dari proses pengasuhan. Penekanan tersebut menggarisbawahi bahwa keterlibatan ayah merupakan salah satu aspek yang mendapat sorotan di momen peringatan keluarga nasional.

Pemaparan mengenai peran ayah yang disampaikan mengajak pembaca untuk melihat kembali posisi ayah dalam struktur keluarga. Isu ini membuka ruang refleksi bagi keluarga, komunitas, dan pihak terkait untuk mempertimbangkan bagaimana peran ayah dapat dijalankan secara lebih aktif dan bermakna bagi perkembangan anak.

Tantangan dan perhatian bersama

Pemberian perhatian pada fenomena minimnya peran ayah menunjukkan bahwa masalah pengasuhan tidak hanya menjadi urusan satu pihak. Peringatan Harganas ke-33 menjadi momen untuk menyorot isu-isu yang berkaitan dengan keluarga dan pengasuhan, termasuk peran ayah yang mendapat sorotan dari pejabat terkait.

Dengan dibukanya diskusi ini di forum nasional, ada kesempatan bagi berbagai pihak untuk berkomunikasi dan berbagi pandangan tentang bagaimana mendukung peran ayah dalam praktik sehari-hari. Isu yang diangkat juga memungkinkan masyarakat melakukan evaluasi terhadap kebiasaan dan struktur keluarga yang memengaruhi keterlibatan orang tua.

Arah diskusi ke depan

Pernyataan Mendukbangga Wihaji pada peringatan Harganas ke-33 memicu perbincangan yang lebih luas mengenai posisi ayah dalam pengasuhan. Walau tidak memuat rincian langkah kebijakan, sorotan tersebut membuka peluang bagi dialog publik dan internal keluarga untuk membahas peran yang diharapkan dari ayah dalam konteks pengasuhan modern.

Peringatan Harganas yang menjadi wadah penyampaian pesan ini mempertegas bahwa keluarga tetap menjadi unit penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia, dan bahwa perhatian terhadap peran-peran di dalam keluarga, termasuk peran ayah, menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan anak dan keluarga secara keseluruhan.

Isu yang diangkat pada peringatan kali ini diharapkan terus menjadi bahan perbincangan di berbagai lapisan masyarakat agar perhatian terhadap pengasuhan dan peran orang tua dapat semakin terjaga dan terwujud dalam kehidupan sehari-hari.