Tentara Israel
Kesehatan - Kesehatan Mental

Dampak Konflik Gaza pada Kondisi Mental Tentara Israel

0 0
Read Time:2 Minute, 12 Second

St-bellarminus.sch.idGangguan jiwa yang dialami tentara Israel, terutama berupa Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), muncul sebagai efek samping dari trauma perang yang berkepanjangan.

Konflik di Gaza yang berkepanjangan telah menimbulkan dampak serius yang dirasakan oleh tentara Israel. Selain kerugian material yang sangat besar, mencapai Rp500 triliun, dampak psikologis juga sangat dirasakan oleh para prajurit. Permasalahan kesehatan mental yang dialami oleh tentara menjadi sorotan penting dalam mengukur dampak konflik ini di luar efek fisik yang terlihat.

Gangguan Jiwa: Dari Fisik ke Psikologis

Gangguan jiwa yang dialami tentara Israel, terutama berupa Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), muncul sebagai efek samping dari trauma perang yang berkepanjangan. Kondisi mental ini tidak hanya mempengaruhi kesejahteraan individu, namun berpotensi merusak keutuhan dan efektifitas militer jangka panjang. Stress kronis dan ketegangan yang dialami di medan perang secara bertahap mengikis kekuatan mental dan emosi para prajurit.

Biaya Ekonomi yang Fantastis

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel melaporkan kerugian yang mencapai ratusan triliun. Tidak hanya dalam bentuk infrastruktur tetapi juga biaya kesehatan dan rehabilitasi yang dihadapi pasca-pertempuran. Angka ini memberikan gambaran mengenai sejauhmana konflik dapat memengaruhi ekonomi negara. Bagaimana keperluan untuk dukungan psikologis semakin mendesak seiring dengan meningkatnya insiden gangguan mental.

Efek Psikologis Jangka Panjang

Efek jangka panjang dari trauma perang ini dapat menjalar hingga potensi munculnya kekerasan domestik, penyalahgunaan obat, hingga tindakan bunuh diri. Hal ini menunjukkan bahwa perang tidak hanya mengorbankan nyawa di medan laga. Tetapi juga mempengaruhi kualitas hidup setelah kembali dari operasi militer. Perlu dipikirkan strategi jangka panjang untuk menangani masalah ini secara holistik dan berkelanjutan.

Mengelola Trauma Pasca-Kemiliteran

Penting bagi pemerintah untuk menyediakan dukungan psikologis yang memadai bagi semua personel militer yang terlibat dalam konflik ini. Penyediaan layanan konseling dan terapi trauma perlu dilakukan secara sistematis. Selain itu, berbagai program pemulihan dan reintegrasi sosial harus dirancang untuk mengembalikan para prajurit ke kehidupan sipil yang produktif dan sehat secara mental.

Peran Lembaga Internasional

Lembaga internasional memiliki peran penting dalam membantu menjaga kepastian bahwa masalah kesehatan mental dalam militer mendapatkan prioritas yang layak. Kerjasama dengan badan-badan kesejahteraan dan kesehatan internasional dapat memperkuat kapasitas nasional dalam menangani masalah ini. Pelibatan komunitas internasional juga dapat memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan penerapan praktek terbaik di bidang kesehatan mental militer.

Kajian konflik berkepanjangan ini menunjukkan bahwa efek dominonya melampaui dampak fisik secara langsung, menjalar ke aspek kehidupan lebih kompleks seperti kesehatan mental dan kesejahteraan sosial. Dampak jangka panjang ini mengharuskan adanya reformasi dalam pendekatan terhadap persiapan, penanganan, dan pasca-konflik yang lebih terstruktur agar tentara tidak menjadi korban setelah mereka berhenti bertempur. Dengan demikian, komitmen kepada kesejahteraan mental tentara harus menjadi prioritas dalam kerangka pertahanan dan keamanan nasional untuk masa depan yang lebih damai.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %