St-bellarminus.sch.id – Anthony Vaccarello telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mempelajari kembali dan mengembangkan warisan Saint Laurent.
Anthony Vaccarello kembali mengguncang dunia mode dengan koleksinya untuk Saint Laurent Winter 2026 Menswear, sebuah perjalanan sinematik dalam busana yang mengundang kita untuk menerobos batas antara privat dan publik. Mengambil inspirasi dari karya sastra klasik. Koleksi ini berfokus pada keintiman dan transisi yang tenang dari ruang-ruang pribadi menuju keriuhan pagi yang lebih umum. Dalam pendekatan artistik yang mendalam, Vaccarello memadukan estetika elegan dengan pemberontakan subtil, menawarkan gambaran maskulinitas yang kuat sekaligus rapuh.
Inspirasi dari Karya Sastra
Membuang jauh dari hiruk-pikuk yang biasa menyertai peragaan busana, koleksi kali ini mengakui pengaruh novel ‘Giovanni’s Room’ karya James Baldwin. Kisah dalam novel tersebut menggambarkan kompleksitas hasrat dan identitas, beresonansi dengan keinginan Vaccarello dalam menerjemahkan perasaan tersebut ke dalam fashion. Karya ini menjadi semacam meditasi visual tentang kerentanan emosional yang terbungkus dalam lapisan busana elegan.
Pengaruh Ritual dalam Berbusana
Tidak hanya sekadar menunjukkan gaun dan jas, koleksi ini menempatkan ritual berpakaian sebagai bagian penting dari narasinya. Vakarello menekankan pentingnya momen ‘morning-after’ ketika seseorang berada di ambang perubahan hari. Ini merupakan saat transisi di mana pakaian menjadi baju zirah, pelindung terhadap dunia yang baru terbangun. Elemen ini menghadirkan suatu aura erotisme yang tidak langsung namun terasa dalam detail-detail tajam setiap potongan busana.
Siluet dan Palet Warna yang Memesona
Siluet yang diciptakan Vaccarello dalam koleksi ini terdiri dari garis-garis ramping dan tegas, memberi kesan elegan yang disertai kekuatan. Bahu yang diperbesar seolah menjadi tameng simbolis, sedangkan tekstur lembut dan tampak kusut menyiratkan sejarah panjang kehidupan dan cinta. Palet warna hitam favorit Saint Laurent tetap menjadi dasar yang kuat, mengesankan kesan klasik sambil tetap memberi ruang untuk ekspresi individual dan kebebasan bereksperimen.
Kombinasi Dandy dan Fungsionalitas
Menonjol dalam koleksi ini adalah smoking jacket yang hampir menyerupai besi pelindung, berpadu dengan sepatu bot tinggi yang merangkum karakter ‘dandy’ serta membumikannya dalam elemen yang lebih fungsional. Busana ini memiliki kesan melayang namun tetap mantap menginjak bumi, menangkap ketegangan antara formalitas dan kebebasan bersuara. Ini merupakan salah satu cara Vaccarello merangkul dan menantang sekaligus tradisi Saint Laurent dengan halus dan provokatif.
Konsistensi yang Terjaga dan Berkembang
Dalam beberapa tahun terakhir, Anthony Vaccarello telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mempelajari kembali dan mengembangkan warisan Saint Laurent. Koleksi ini menegaskan konsistensi dan disiplin desainer dalam mengembangkan estetika merek. Dalam eksplorasi vakum antara privasi dan publik, Vaccarello bertindak sebagai pengarah perspektif baru, tempat detail dan imajinasi menyatu dalam harmoni yang menawan.
Secara keseluruhan, koleksi Winter 2026 ini menyoroti bahwa kekuatan mode tidak hanya ada pada kemampuan estetikanya untuk mencipta kenyamanan dan fungsionalitas, tetapi juga menghadirkan sudut pandang baru dalam interpretasi emosional dan identitas. Dengan mendasarkan narasinya pada karya sastra klasik, Vaccarello melampaui sekadar estetika permukaan, memahat sebuah dialog yang mendalam antara kebudayaan dan mode. Melalui koleksi ini, Saint Laurent telah meneguhkan dirinya tidak hanya sebagai rumah mode yang menciptakan pakaian, tetapi juga sebagai penggagas perubahan dalam pemahaman kita akan busana dan diri sendiri.



