Kesehatan - Kesehatan Mental

Duduk Meringkuk di Pesawat: Nyaman atau Berbahaya?

0 0
Read Time:2 Minute, 30 Second

Bagi banyak pelancong, menemukan posisi duduk yang nyaman di dalam pesawat adalah anugerah, terutama bagi penumpang di penerbangan jarak jauh. Baru-baru ini, tren duduk meringkuk di kursi pesawat menjadi viral di media sosial, dengan klaim bahwa posisi ini dapat meningkatkan kenyamanan selama perjalanan. Namun, tren ini tidak terlepas dari berbagai risiko kesehatan yang patut dipertimbangkan oleh penumpang.

Mengenal Tren Duduk Meringkuk

Tren duduk meringkuk mengharuskan penumpang untuk menyilangkan kaki mereka sedemikian rupa sehingga tubuh membentuk posisi meringkuk, atau lebih tepatnya, menyerupai posisi janin. Banyak yang mengklaim bahwa posisi ini membantu mengurangi ketegangan otot dan menambah kenyamanan selama penerbangan panjang. Tren ini menjadi populer seiring dengan banyaknya konten media sosial yang membagikan pengalaman orang-orang yang merasa lebih rileks dengan cara ini.

Risiko Kesehatan yang Mengintai

Namun, para ahli kesehatan memperingatkan bahwa posisi duduk meringkuk, meskipun tampak nyaman, dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius. Salah satu risiko utama adalah Deep Vein Thrombosis (DVT), kondisi di mana bekuan darah terbentuk di dalam pembuluh darah vena dalam. Kondisi ini diperparah ketika peredaran darah terganggu akibat posisi duduk yang salah selama berjam-jam. Dokter sering kali merekomendasikan untuk menggerakkan kaki secara berkala untuk mencegahnya.

Pentingnya Peredaran Darah yang Lancar

Dalam penerbangan, terutama dalam kelas ekonomi di mana ruang kaki sering terbatas, menjamin peredaran darah yang baik menjadi tantangan. Duduk meringkuk dapat membatasi aliran darah ke kaki dan tubuh bagian bawah, yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan pembengkakan, kram, atau dalam kasus ekstrem, DVT. Belum lagi, postur tubuh yang tidak benar dapat menyebabkan sakit punggung atau ketegangan pada leher.

Pandangan Ekspertis

Banyak ahli kesehatan dan aviasi menyarankan agar penumpang tetap duduk dengan postur lurus, dan sering kali bergerak atau melakukan peregangan kecil setiap beberapa jam. Selain itu, mereka merekomendasikan menjaga hidrasi dan, jika memungkinkan, mengenakan pakaian yang longgar untuk mendukung sirkulasi darah. Gunakan bantal leher dan bantalan penopang punggung untuk menjaga postur yang baik sepanjang penerbangan.

Alternatif Nyaman yang Disarankan

Alih-alih meringkuk, para ahli menyarankan alternatif lebih sehat seperti menggunakan penyangga kaki atau bantal untuk memberikan kenyamanan tanpa mengorbankan kesehatan. Jika memungkinkan, pilih kursi yang menawarkan lebih banyak ruang kaki atau pilih kursi dekat lorong yang memudahkan untuk sering bergerak. Kesadaran tentang posisi duduk yang baik penting untuk menghindari masalah kesehatan yang tidak diinginkan.

Pergeseran persepsi tentang kenyamanan ini menunjukkan betapa pentingnya informasi yang baik dan benar mengenai kesehatan selama penerbangan. Penumpang harus mengambil pendekatan yang bijak dalam memilih posisi duduk selama penerbangan, tanpa hanya sekadar mengikuti tren yang viral. Dalam melakukan perjalanan udara, mempertimbangkan kesejahteraan jangka panjang lebih penting daripada kenyamanan sesaat.

Kesimpulan: Memilih Kesehatan di Atas Tren

Tren duduk meringkuk di pesawat memang menawarkan janji kenyamanan, namun potensi bahaya kesehatan yang menyertainya tidak dapat diabaikan. Menjaga kesehatan selama penerbangan harus menjadi prioritas bagi penumpang. Oleh karena itu, dengan mempraktikkan langkah-langkah pencegahan seperti menjaga peredaran darah yang baik dan memperhatikan postur yang benar, penumpang dapat menikmati penerbangan dengan nyaman dan aman. Dalam dunia aviasi yang terus berkembang, informasi adalah kekuatan, dan memilih kesehatan di atas tren adalah keputusan yang bijak.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %